Notes:
Perihal Album Baru (Sakrat)
Ada banyak isu dalam hidup ni sebenarnya..aku baru me’release’kan album baru yang berjudul SAKRAT’…launching di ANNEXE pada (29/3/2008) , album ni adalah kontribusi sajak dari penulis/penyajak yang sedang meningkat naik Amirul Fakir,,juga kawan baik..terpanggil untuk melagukan sajak-sajak beliau sebab ke’marhaen’an dan kenaifan sajak-sajaknya mendekat/mengingatkan aku tentang kematian ..mati itu permulaan untuk kita lebih mengenal diri(muktamad)..tak percaya?hehe
Terdapat 10 lagu dalam album ini ;
- 99
- Pulang
- Catatan di taman
- Sakrat
- Seru
- Dalang
- Secangkir Kasih
- Terima Kasih Realiti
- Kata Angan
- Segengam Tanya Buat Penunggu Ragu
Hidup itu pasangannya mati..dah puas hidup mana kita nak pergi lagikan..jadi yang terbaik semasa hidup kita perlu kurangkan nikmat dunia dan indahkan sanubari dengan nilai kecintaan yang jujur pada diri dan tuhan semesta alam…jangan terlalu sangat indahkan perihal dunia ni,sebab ianya bukanlah sesuatu yang abadi melainkan waktu dan ketika sahaja..waktu datang dan pergi.
Berbalik pada album sakrat ni..banyak sajak/puisi si Amirul ni yang bagus dan insyaallah boleh menambah, bahkan memberikan sesuatu yang berfaedah terutamanya dalam perhubungan ‘manusia dengan tuhan,alam,dan kehidupan ini..
jadi aku cuma pelengkap pada maksud dan hasrat penyair ..sebab pada pendapat aku untuk lebih berkesan pada pendengar lebih baik dilagu/melodikan,sebabnya masyarakat melayu khususnya bukannya suka sangat membaca bahan-bahan yang serius..melayu lebih sukakan benda-benda yang memenuhkan ruang otak dengan hiburan yang penuh dengan kemilau yang mengkelabukan mata dan pandangan..untuk lebih kekejiwaan hanya 20% saja..bahkan pengertian iman itu sendiri hanya berlegar diruang otak..bila hanya diotak ianya terbatas dan bernafsu..sedangkan iman itu kejujuran hati..kalau mendalami bab hati tidak ada bab-bab material didalamnya yang ada hanya keindahan atau nilai-nilai spritual yang mendamaikan jiwa..sebab itu yang diperlukan sebenarnya..
jadi bagi sesiapa yang nak beli jangan malu,jangan segan..harganya RM15 termasuk pos..email ke meor67@yahoo.com penghantaran melalui pos ekspress… terima kasih..
Album-album Meor
Pesta Jiwa
Pesta Jiwa II
Itu Padang, Aku Disitu
Aku & Bulan
Yang Terlintas Difikiran
Sakrat ( Album Terbaru, 2008 )
Lirik-lirik Album Sakrat
99
sembilan puluh sembilan namamu
kulakar pada kartu iman
ikut ku titip kepadang mimpi
awankah bakal menutup siluku
tika linglung menafsir
segala yang pernah bermula
padang mimpi ku pun rentung
menghirup nafas renta
pada segala yang punya nama
apakah aku juga didalamnya
sembilan puluh sembilan
oh namamu
kunaksir agar ruangmu masih
dapat ku nyeroboti
aku ingin diam sang bayi
aku ingin nyala pertapa
bergulir dalam lengkung bianglala
sembilan puluh sembilan namamu
dimanakah awal yang akhir
akan kukenderai jahar angin kepusarmu
mencicipi gizi maknawi
Catatan ditaman
puisi tak mau membenih disini
meski angin mendesah
dan sunyi berdakapan
mencicipi dingin malam
bulan pada bersembunyi
disebalik rumpun bambu
meluluhkan bayang-bayang
dan kata-katapun seperti
enggan mengapung
dikolam fikir yang kelam
Dalang
aku menatap lembar nasib
yang terbakar dikamar
gigil tubuh,apakah
ditulari takut
atau bara kata-katamu
yang menggelinding dikuping
kenapa tidak kusadari
ular yang mendelik
dan berdesis itu
bersembunyi disebalik tubuhmu
Kota angan
kota angan
mendakap berahi
tika sang tualang
menyandar mimpi kedada perawan
kota angan
menyita gelisah
ada kala dendam pecah
dan basah
gema kudus tak mampu
menampan gerah
iman pun menggelepar dalam diam
kota angan
kegalauan
Pulang
sehelai daun
kering tandus gugur
sebenarnya ia pulang
seekor ikan
renangi laut terbentang
sebenarnya ia pun pulang…
seorang aku
mengitari keakuanku
alpa….
sesungguhnya
akan pulang jua
dalam hitungannya….
Sakrat
sewaktu kau tiba
angin semilir jadi malu
untuk bertamu dikamar ini
membiarkan debar mengapung
tanpa disedari
ruang sempit ini dibalut gigil
lemas dan resah
gerah yang gelisah
gelora membadai kehalkum
segala keempukan duniawi
kini bagai ilusi tak tergapai
bergelut arakan kumulonimbus
berpinar segalanya menggelepar
pedih memilir
darah seakan enggan menyusuri rongga
dan sekoyongnya sejat
hati jiwadiri
terngadah kembali pasrah
Secangkir kasih
secangkir kasih
yang kuhirup
sejak pertemuan itu
kuhirup lagi…
berulangkali
kerana,
secangkir kasihmu
tak pernah kontang
dan aku peminum
yang tak pernah puas
Segenggam tanya,buat penunggu ragu
apa yang bakal kau titip
setelah sekoyongnya
bukit luluh oleh lenturan
suara itu
laut yang sering
menggendong gemuruh
menyodor sunyi pada pantai
dan tanah seperti kasur
sedang dibenahi
kala hujaman mata binar
melumatkan pilihan
pena,belati dan doa pun menjadi debu
sedang kau yang berpendar
dalam linglung
masih mengincar saat mau mengacung tashid
Seru
serulah namaku
dihujung penantianmu
tika gegar dan runcing
kesetiaan
sesekali igauan liar
merenggut tulus tanpa sedar
serulah namaku
keutuhannya akan datang
mimpi ngeri akan hilang
alunan rindu membayang
elusan rindu membayang
membahangkan nyala kasih
Terimakasih , realiti
tika buah mimpi ranum
meniduri malam yang harum
tekad dan angan berpencak
menakluki diri
aku pun menjadi seorang pelupa
ingin menyeretmu
kealam khayali
terimakasih,realiti
lantaran sempat menyentak
alpa dalam diri
Lirik-lirik Album Yang Terlintas Difikiran
Yang terlintas difikiran
aku masih disini
didapur hatiku yang rawan
beras makin berkurangan
aku hanya mampu melihat
bukan apa-apa
masakanmu memang bagus
tapi aku ini tiada apa
hanya sekadar mampu
buangkanlah laparmu
kita makan irama ini
degup jantung yang tetap berdegup
kita masih hidup lagi
aku masih disinipun
masih bernyanyi dalam gelap
sebab disitu ada cerahnya
Kalaulah bukan kerana dia
kalaulah bukan kerna dia
pasti aku jauh pergi
tanpa tanda,tanpa nesan
kalaulah oh kalaulah
kalaulah bukan kerna dia
pasti aku seorang pemimpi
rindukan kilau material
kalaulah oh kalaulah
itupun hanyalah kalau
aku masih bermain
tarik tali dan sorok-sorok
nyatanya dia suka begitu
bukan aku tapi dia
kalaulah bukan kerna dia
langitpun enggan tersenyum
apatah menyapa wajah lesu
kalaulah oh kalaulah
Yang terlintas difikiran
mengingatimu
menyayangimu
mencintaimu
sampai kau jemu
menghalusimu
menghayatimu
menyanjungimu
sampai kau benci
kau datang,kau menghilang
buat ku gelisah
menghitung waktu
kau datang kau menghilang
kupanggil namamu
menunggui mu
menemanimu
mendekatimu
sampai kau lari
mencumbuimu
walau bayangmu
buat ku bahagia
bahagia
Perihal kita
terlalu banyak yang harus kufikirkan
tentang hari ini dan esok-esokku
perihal nasi basi yang tak berlauk
yang kukunyah
semalam yang segar
minda ini masih waras berfikir
apakah kau masih sayang padaku
pandangan yang semakin berbeza
antara kita
harus kenyataan melengkapkan
bahawa aku akan keseorangan
bahawa aku akan kesepian
aku pun setuju engkau pun begitu
enyahlah engkau dari mimpi suciku
aku harus menjadi diriku
dan bersedia untuk segalanya
Sehabis buku yang kau baca
berjalan dijalan yang telus
bertemu disimpang kelmarin
dan aku tuliskan
kata-katamu itu
untuk kuhuraian
tatkala lelap mata
pandanglah pemandangan yang statik
terhakis oleh pantasnya waktu
selamat datang
kau tak akan hilang arah
segalanya tersedia untuk kau teruskan…teruskan
musim ini penuh warna
kau perlu mempelbagaikan
untuk membentuk rasanya
bekal sebelum lelap mata
musim ini penuh warna
jiwa dan minda diskusi
untuk satu konklusi
sehabis buku yang engkau baca
Sehari yang panjang
sehari yang panjang
aku masih belum bangun
biarkan aku begini
burung-burung pun terbang lagi
disini ada syorgaku
rumahku dan impianku
walau pun langit masih murung
aku masih mampu tersenyum
untuk mu wahai sang hati
bukan untuk mereka melihat
untuk seribu tahun lagi
walau bukan aku yang tahu jawapannya
aku ingin mendakap langit
disana ada dunia ku
disana ada impian
Tidur
malam telah memeluk tubuhku
lena diranjang yang tergugah
aku terbaring dalam gelap
merasa diri lemah seolah tak bernyawa
segala laku yang terkaku
menyisir rentak usiaku
dengan irama mesra mengasyikkan
membisik jauh
meninggalkan jejak yang diatur
igauan indah enak mentertawakan mimpi
pada hidup yang ngeri
sentiasalah menanti
Ruang ini sempit
ruang ini sempit
ini bukan luahan
ini kenyataan
aku tak mampu bernafas lagi
bagaimanakah jika
ia hadirkan diri
diwaktu-waktu
yang tak seharusnya
bukankah engkau pun tahu
ada bulan ada matahari
memberi sinar untuk
engkau aku dan dia,aku dan dia
ruang ini sempitkah
aku pun tak pasti
lepas dan aku lepas kan
aku kini diruang yang baru
Teori cinta
bagaimana dapat aku melupakanmu sayang
terangkanlah,curahkanlah
bagaimana dapatku mencari pengganti
yang sesucimu,yang semurnimu
kan kucuba untuk mendakapmu semula
dan kutaburkan resepi cintaku
sehingga kau dapat menerimaku semula
semoga kau mengerti
lupakanlah cerita masa lalu
anggaplah kita belum dewasa
untuk memahami ertinya cinta
sehingga kini baru ku sedari
kau kucinta,kau kutemu
sinar mata mengoda daku
akhir kata
terimalah syair kunoku
dan semoga kau fahamilah
buka mata aku terpandang wajahmu
bersama senyum seribu erti
Rasa
aku ingin dan ingin
melihat jels dan nyata
akan sesuatu yang tak tergambarkan oleh ku
berilah dan berilah
aku akan keinginan itu
walau bukan atas kehendakku
melainkan atas kehendakmu jua
siapalah aku untuk meminta
melainkan atas kudratmu jua
aku hanyalah sehelai daun
yang kekeringan dan terbuang
entah kemana aku dibuai
oleh rasa –rasa yang asyik
aku semakin dibuai rasa
maka hilanglah keakuanku









