Notes:

untuk pesanan album-album meor yusof aziddin boleh sms 012-5901798..tq

DUIT dan Masaalah

0 comments

Semua orang perlukan duit kecuali orang gila atau eccentric yang tiada keinginannya terhadap dunia dan ringgit. Selainnya selagi masih ada keinginan dan kepentingan, kita semua perlukan duit. Tak ada duit memang masaalah, tapi kalau ada duit pun masaalah juga sebenarnya.

Duit dan masaalah itu perlu seiring dalam hidup kita. Kita hidup di dunia ini
untuk menangani dan berdepan dengan masaalah. Kalau tak ada masaalah lebih baik jangan jadi manusia. Jadi saja malaikat bak kata penyanyi Indon Doel Sumbang.

Masaalah orang tak ada duit macamana nak cari duit untuk survival dan bayar hutang. Masaalah orang banyak duit macamana nak banyakkan lagi duit. Duit segunung intan pun tak cukup. Semua elemen akan mendekat dan mahu berkawan dengan kita seperti tamak, riak, kedekut, prasangka dan banyak lagilah. Maka gunakanlah duit itu di jalan yang benar dan diredha Allah.

Kawan-kawan saya banyak yang survival. Mereka tidak kaya sebab mereka bukannya bertuhankan duit. Duit cuma keperluan sementara kita masih di sini. Ada juga yang kaya dan sukses pun mereka orang yang baik dan faham erti kemanusiaan. Saya pun tidak iri hati atas kejayaan hidup kawan-kawan yang berjaya. Itu bahagian mereka. Saya pun tidaklah menyusahkan kawan-kawan sangat..sikit-sikit adalah..ha ha ha..

Itu mengingatkan pada musim-musim saya jadi full time ‘busker’ pada period 2004-2005 dulu. Ada suatu hari itu memang mendung. Dalaman mahupun luaran. Hari hujan tak dapat nak busking. Orang rumah tanya berapa dapat hari ini? Saya pening kepala. Jadi saya jumpa kawan-kawan mintak bantuan sorang rm 5 dalam 5 orang, saya pun balik. Ha ha ha. Tapi bukanlah hari-hari, kalau hari-hari kawan pun menyampah.

Apa pun pengalaman menjadi busker sangat berguna dan berharga untuk saya dan saya berbangga pada diri saya sendiri kerana saya busking untuk sara anak bini. Thats it.

Kita hidup di dunia ini masing-masing punya bahagian dan cerita.

Tapi sesuatu yang sangat pasti, tak ada duit memang akan buat kepala kita pening dan akan buat kita berfikir macamana nak cari duit..ha ha ha

Lirik Lagu ” Besar dan Kecil “
Artis ” Iwan Fals “

Kau Seperti Bus Kota Atau Truk Gandengan

Mentang-mentang Paling Besar Klakson Sembarangan

aku Seperti Bemo Atau Sandal Japit

Tubuhku Kecil Mungil Biasa Terjepit

Pada Siapa ku Mengadu

Pada Siapa ku Bertanya

Kau Seperti Buaya Atau Dinosaurus

Mentang-mentang Menakutkan Makan Sembarangan

aku Seperti Cicak Atau Kadal Buntung

Tubuhku Kecil Mrengil Sulit Dapat Untung

Pada Siapa ku Mengadu

Pada Siapa ku Bertanya

Mengapa Besar Selalu Menang

Bebas Berbuat Sewenang-wenang

Mengapa Kecil Selalu Tersingkir

Harus Mengalah Dan Menyingkir

Apa BeDanya Besar Dan Kecil

Semua itu Hanya Sebutan

Ya Walau Di Dalam Kehidupan

Kenyataannya Harus Ada Besar Dan Kecil


Menulis di blog

0 comments

Musim ini saya rajin update blog. Hari-hari saya update. Tak ada cerita pun saya tulis juga..ha ha ha. Itulah kebebasan ber’blog’ berbanding menulis di mana-mana media online atau di akhbar tabloid. Di sana saya terpaksa mengolah cerita dan topik mengikut apa kehendak editor. Yang mana saya dibayar untuk itu. Di sini saya boleh tulis apa saya suka..ha ha

Seperti burung terbang bebas saya pun tulislah apa yang terlintas di fikiran saya. Kalau tak ada cerita saya tulis tak ada cerita, kalau rasa nak pergi toilet saya tulis nak pergi toilet. Di sini saya lebih jujur meluahkan apa yang saya rasa, ianya hanyalah pendapat saya sahaja. Kita boleh berkongsi pendapat, jika tidak bersetuju dengan tulisan saya pun tidak mengapa, saya tak ada masaalah untuk itu. Di sini saya bukannya mendapat bayaran setiap apa yang saya tulis, cuma saya rasa puas dengan luahan saya waktu menulis.

Apapun jika luahan dan cerita saya mendapat manfaat kepada yang membaca, alhamdulillah. Ada penulis tidak suka menulis cerita yang berkait dengan hal peribadi, itu tidak mengapa juga. Saya suka berlaku jujur pada diri sewaktu menulis, mengkin terlalu jujur menjaja pengalaman hidup pun tidak bagus juga, itu saya tak boleh kata apalah. Saya tulis apa yang saya mahu tulis, sebab ini blog saya..ha ha ha

Apapun semaksimumpun luahan ada juga batasannya. Mungkin pantagonis atau provokatif, kebodohan atau kepandaian, itulah saya. Saya tidak ada masaalah untuk mengakui kebodohan sendiri, cuma saya ada masaalah jika merasakan yang saya ini pandai.

Marilah kita meraikan hidup ini seadanya, moga musim ini akan lebih membawa manfaat dan berkat dalam hidup yang kita sedang lalu dan rasai..insyaallah.

King Crimson is a rock band founded in Dorset, England in 1969. Although often categorised as a foundational progressive rock group, the band has incorporated diverse influences and instrumentation during its history (including jazz and folk music, classical and experimental music, psychedelic rock, hard rock and heavy metal, new wave, gamelan, electronica and drum and bass). The band has been influential on many contemporary musical artists, and has gained a large cult following despite garnering little radio or music video airplay.
The band’s lineup (centred on guitarist Robert Fripp) has persistently altered throughout its existence, with eighteen musicians and two lyricists passing through the ranks. A greater degree of stability was achieved later on in its history, with current frontman Adrian Belew having been a consistent member since 1981. Though originating in England, the band has had a mixture of English and American personnel since 1981.
The debut lineup of the band was influential, but short-lived, lasting for just over one year. Between 1970 and 1971, King Crimson was an unstable band, with many personnel changes and disjunctions between studio and live sound as the band explored elements of jazz, funk and classical chamber music. By 1972 the band had a more stable lineup and developed an improvisational sound mingling hard rock, contemporary classical music, free jazz and jazz-fusion before breaking up in 1974. The band re-formed with a new line-up in 1981 for three years (this time influenced by New Wave and gamelan music) before breaking up again for around a decade. Since reforming for the second time (in 1994), King Crimson has blended aspects of their 1980s and 1970s sound with influences from more recent musical genres such as industrial rock and grunge. The band’s efforts to blend additional elements into their music have continued into the 21st century, with more recent developments including drum and bass-styled rhythm loops and extensive use of MIDI and guitar synthesis.
The first incarnation of King Crimson was formed on 30 November 1968 and first rehearsed on 13 January 1969. The band name was coined by lyricist Peter Sinfield as a synonym for Beelzebub, prince of demons. According to Fripp, Beelzebub would be an anglicised form of the Arabic phrase “B’il Sabab”, meaning “the man with an aim” — although it literally means “with a cause”.
At this point, Ian McDonald was King Crimson’s main composer, albeit with significant contributions from Lake and Fripp, while Sinfield not only wrote all the lyrics but designed and operated the band’s revolutionary stage lighting, and was therefore credited with “sounds and visions”. McDonald suggested the new band purchase a Mellotron (the first example of the band’s persistent involvement with music technology) and they began using it to create an orchestral rock sound, inspired by The Moody Blues. King Crimson made their live debut on 9 April 1969, and made a breakthrough by playing the free concert in Hyde Park, London, staged by The Rolling Stones in July 1969 before 650,000 people.
The first King Crimson album, In the Court of the Crimson King, was released in October 1969 on Island Records. Fripp would later describe it as “an instant smash” and “New York’s acid album of 1970” (notwithstanding Fripp and Giles’ claim that the band never used psychedelic drugs). The album received public compliments from Pete Townshend, The Who’s guitarist, who called the album “an uncanny masterpiece.” The sound of In the Court of the Crimson King has also been described as setting the “aural antecedent” for alternative rock and grunge, whilst the softer tracks are described as having an “ethereal” and “almost sacred” feel.

I talk to the wind- King Crimson

Said the straight man to the late man
Where have you been
I’ve been here and I’ve been there
And I’ve been in between.

I talk to the wind
My words are all carried away
I talk to the wind
The wind does not hear
The wind cannot hear.

I’m on the outside looking inside
What do I see
Much confusion
Disillusion
All around me.

You don’t possess me
Don’t impress me
Just upset my mind
Can’t instruct me or conduct me
Just use up my time

I talk to the wind
My words are all carried away
I talk to the wind
The wind does not hear
The wind cannot hear.


Ugama, kepentingan dan keperluan.

0 comments

Kebenarannya, semua umat manusia yang berugama itu percaya wujudnya pencipta. Malah golongan free-thinker sekalipun percaya wujud Tuhan, dalam konteks kefahamannyalah. sebabnya percaya itu bukan hanya melalui sebutan atau kata-kata. Mungkin mulut mereka menafikan tetapi kita tidak tau apa yang ada di dalam jiwa dan pegangan mereka.

Percaya itu bukan hanya boleh dinilai melalui perbuatan baik seperti sembahyang dan amalan-amalan baik yang dituntut ugama, ianya wajib lebih dari itu dari segi amalinya. Maknanya apabila kita melakukan perbuatan yang baik, beramal, solat dan berbagai amalan lagilah, namun jika hati kita masih kotor pada daki duniawi, itu bagi saya tdak kesampaianlah.

Perhubungan antara manusia dengan Tuhan perlukan tindakbalas dua hala yakni rohani dan jasmani. Contohnya jika kita bersolat, ianya sesuatu yang suci dan sepatutnya doa kita itu sampailah kepada Tuhan. Hasil atau amalinya ialah bagaimana kita menterjemahkah di dalam kehidupan kita ini. Kalau hati masih busuk dan kotor, maknanya selama ini kita hanya bersenamlah dan kita masih duduk dalam dunia angan-angan, perasan dan mengharap. Mengharap agar solat kita itu diterima, tapi kenyataannya dalam diri kita masih dengan sifat-sifat yang dibenci ugama itu sendiri. Tamak, takbur, riak, menganiaya orang, mengaib antara sesama kita. Habis macamana kita kata amalan kita itu sampai kalau masih duduk dalam level seperti itu?

Saya bersetuju jika dikatakan ugama itu penting dalam kehidupan manusia.
Tak berugama pun susah juga. Kita akan hilang arah atau pedoman.

Dulu saya punya seorang kawan yang merasakan dirinya terlalu pandai sampailah dia tidak percaya pada syariat ugama. Saya juga pernah melalui musim itu, tapi tak apalah. Jadi kawan saya ni memang tidak pernah solat dan puasa Dia punya anak waktu itu berumur 4 tahun.
Kawan saya ini berniaga di shopping complex. Bersebelahan kedainya adalah sebuah restoran milik orang Cina yang berniaga makanan. Di kedai orang Cina itu ada tokong kecil untuk mereka bersembahyang.

Anak kawan saya yang berumur 4 tahun ni dia akan ikut bapanya, kawan saya itu berniaga setiap hari. Jadi itulah..Dia akan tengok orang Cina ni tadi bersembahyang setiap hari di depan tokong tersebut. Mungkin ianya sesuatu yang menarik, maka anak kawan saya ni tadi pun ikut bersembahyang sama seperti mereka. Diambilnya colok dan mengangguk-angguk didepan tokong tersebut.

Bila bapaknya melihat perbuatan anaknya itu, dia jadi terkejut dan marah pulak..ha ha ha..Tahu pulak marah. Habis tu? itulah yang saya cakap, ugama itu perlu, ianya pembimbing yang berguna. Kita boleh pilih nak sembah tokong atau nak bersolat cara orang muslim. Kalau kita muslim, apa salahnya ikut cara kita, kepercayaan kita?

Jadi, untuk anak-anak kita, buatlah apa yang patut untuk mereka. Kita perlu tanamkan sifat-sifat yang baik dalam diri mereka. Kita perlu ajarkan ajaran yang baik untuk mereka jadikan pegangan di masa depan.


perjalanan memang sudah tertulis, tetapi..?

0 comments

Perjalanan hidup kita ini memang sudah tertulis. Sakit, sihat, susah mahupun senang, cumanya kita perlu berjalan di atas titian takdir itu sendiri. Maknanya kita tidak lupa setiap langkah kita dan kita selalu bertanya pada diri sendiri akan kedudukan langkah kita di musim yang sedang kita lalui.

Tahun 1998, september 11 isteri saya sarat mengandung anak kami yang ke dua. Saya bergegas membawanya ke hospital besar dengan motorsikal yang jaraknya dari rumah saya kira-kira 25 minit perjalanan. Waktu itu saya belum berkereta, jadi terpaksalah menaiki motorsikal untuk ke sana dan ke mari. Memang payah waktu itu dengan duit di saku pun hanya sekadar cukup-cukup makan.

Sewaktu kelahiran anak pertama kami, segalanya berjalan lancar tetapi untuk anak yang ke dua bakal lahir ini perjalanan dan situasinya agak menyulitkan. Saya agak risau. Salah satu sebabnya kandungan anak yang bakal lahir baru berusia 8 bulan, maknanya ini bukan sesuatu yang normal bagi perempuan yang bersalin. Tempoh matang untuk bersalin biasanya 9 bulan.

Apabila sampai di hospital isteri saya terus di masukkan ke wad bersalin. Waktu itu tengahari.

Seperkara yang sangat saya kesalkan di sini layanan para jururawat yang wajah mereka ini mungkin cantik sedikit daripada monyet sangatlah mendukacitakan. Isteri saya hanya menjadi bahan eksperimen oleh doktor pelatih yang bangang.

Sudahlah air mentuban isteri saya dipecahkan oleh doktor pelatih yang bangang tersebut tidak mengikut cara yang betul dan sangat kasar sehingga air tersebut melimpah dan isteri saya menanggung kesakitan yang amat, pun di waktu itu para-para jururawat yang macam sial..Saya katakan sial kerana mereka ini kerja makan gaji yang otak dan fikiran mereka bukannya ada sangat di tempat kerja.

Buktinya kata isteri saya ini di saat dia sedang menanggung sakit, mereka masih boleh arahkan isteri saya dengan suara yang kasar untuk mengangkut beg pakaian yang dibawanya di letakkan di satu tempat.

Para-para jururawat yang hodoh tersebut masih boleh bergelak ketawa bersembang-sembang perihal hal yang bodoh dan bangang. Itulah mentaliti mereka. Apa boleh buat, inilah nasib golongan marhaen macam saya. Yang jururawat kata pintu rahim 6cm, yang si doktor pelatih yang bangang tersebut kata 4 cm. Uri pulak melekat dan si doktor pelatih yang bengap tersebut mencabut dengan kasar. Bayangkanlah betapa azabnya isteri saya waktu itu.

Hasilnya anak saya yang lahir sebagai bayi yang pramatang di letakkan di dalam incubator selama sebulan lebih kerana beratnya hanya 1.5 kg.

Pada usia Adam, anak yang saya yang lahir sebagai bayi pramatang itu 3 tahun, dia sahkan mengidap penyakit Autisma. Betapa luluhnya perasaan saya waktu itu.

Kesannya saya sedang menanggung penyesalan seumur hidup atas apa yang terjadi kepada anak saya. Hakikat perjalanan memang sudah tertulis tapi pelaksanaannya kita masih boleh tentukan . Akhirnya saya terimalah apa yang sudah tertulis itu walau ianya sangat mendukacitakan kerana ianya melibatkan nyawa dan masa depan anak saya.

Pengajaran dari situ, untuk anak saya yang ke tiga dan ke empat, saya usahakan juga untuk isteri saya bersalin di klinik swasta. Tak apalah kita keluarkan sejumlah wang walau kosnya berkali ganda asal kita puas hati.

Isteri kawan saya asalnya dari Sweden, pun untuk melahirkan anak dia sanggup pulang ke negaranya kerana di sana semuanya lengkap. Itulah bezanya negara maju dengan yang membangun seperti negara kita.
Di sana kata kawan saya isterinya dijaga oleh para jururawat yang faham ertinya kemanusiaan dan doktor yang menyambut bayi mereka dari kalangan yang professional, bukannya doktor pelatih. Di sini, isteri kita dilayang seperti lembu. Menyedihkan, tapi apa boleh buat, itulah kenyataan.

Sehingga ke hari ini jika saya ke hospital besar, saya tengking je jururawat-jururawat yang hodoh ni, sebab mereka memang layak untuk dihina sedemikian rupa. Memang sial!!

Itulah, nasihat saya kepada kawan-kawan yang isteri mereka mahu melahirkan anak, korbankanlah sejumlah wang ringgit walau ianya sebesar gunung sekalipun, kita tidak akan menyesal untuk itu..percayalah ..Jadikan kisah saya ini sebagai pengajaran.

Emosi sungguh saya untuk entri kali ini, apa boleh buat..semuanya sudah tertulis..

Come Away Melinda lyrics

Daddy, daddy, come and look, see what I have found
A little ways away from here, while digging in the ground
Come away Melinda, come in and close the door
It’s nothing, just a picture book, they had before the war

Daddy, daddy come and see, daddy, come and look
Where there’s four orfive little Melinda girls
Inside my picture book
Come away Melinda, come in and close the door
There were lots of little girls like you
Before they had the war

Oh daddy, daddy come and see, daddy hurry do!
While there’s someone in a pretty dress
She’s all grown up like you, won’t you tell me why
Come away Melinda, come in and close the door
That someone is your mummy, you had before the war

Daddy, daddy tell me if you can
Why can’t things be the way they were, before the war began

Come away Melinda, come in and close the door
The answer lies in yesterday, before they had the war . . . .


Page 1 of 612345...Last »