Notes:

untuk pesanan album-album meor yusof aziddin boleh sms 012-5901798..tq

Lirik-lirik Album Pesta Jiwa II

0 comments

Hayatilah Kecewa Ini

hayatilah kecewa ini
kalau memang engkau punya
bulan masih di pangkuan
walau kemana halamu
walau kemana halamu
disini ada luka
dibola mata dan hati telus
irama yang mengasyik
usah kau bangun dulu
usah kau bangun dulu
seharian bercerita
aku pun singkaplah jendela
walau tembus dek sinar mentari
hayatilah kecewa ini
dihadapanku…ada dia
dan mataku masih menatapnya
inikah nikmat
engkau buat aku gila
kau buat aku gila

Catatan 1

aku berjalan ditengah kota
berjalan jalan tanpa tujuan
terlanggar bahu jalan
aduh sakitnya
terus berjalan sambil berkhayal
tenggelam dalam irama alam
enyahkan riuh kota
adus aysiknya
hujan turun pula..
basahkan aku , semua basah
dingin seluruh tubuhku
terus berjalan,didalam hujan
menafikan murung waktu…
basah itu menyegarkan
ada masa kehendak jiwa
sukar diramalkan
cerita dunia tak akan habis
insan sengketa demi kuasa
mengharukan aduh dunia
melihat sang semut saling bersatu
berpegang pegang bersentuh sentuh
aku termangu,aduh malunya
sedangkan kita yang memang pandai
terlalu pandai hingga nafsu menguasai diri
kerana nafsu jadikan rakus
itu makanan untuk manusia
KETAWALAH…KETAWALAH…
aku tersentak dari lamunan
hujan berhenti,aku pun sampai
dipintu rumah,aduh penatnya


Sama antara sesama

biarkan kata kata berterbangan
bagai kupu-kupu selepas hujan
lambang perhiasan semu
lambang perhiasan semu
datanglah aku tunggumu di sini
aku dan kupu-kupu didinding itu
jadi perhiasan untuk kau tatap
jadi perhiasan untuk kau tatap
DIMANAKAH kau…
kata tubuh ku hangus
dimamah mentari
ditengah padang yang luas
di manakah kau…
kala ku mendongok kelangit
yang ku tatap hanya awan
aku tertipu lagi…
kehadiranku hanyalah lakaran
campuran warna warna
yang di gaulkan
sehingga menjadi kita
SAMA ANTARA SESAMA

Biarkan Mulut Berbicara

biarkan mulut berbicara
dari atas bumbung nestapa
kesedihan hanyalah luahan
LUAHKANLAH
biarkan aku kesejukan
diatas padang antartika
moga kebekuan menyatukan
aku dengannya
ladang yang terbakar
derita nestapa
DUKACITA itu memang milik kita
itulah alamku .. BEBASKANLAH aku
bagai kupu-kupu yang BERTERBANGAN
alamku,birukanlah aku
moga mudah aku bernafas
ceriakanlah suasana itu
oh alamku

Semalam telah mati ,itu katamu

ceritakanlah kepadaku
setelah usai kusutmu
dan bunyikanlah
iramamu
dalam nada yang sunyi
aku kan cuba mengerti
walau pintu terkunci
semalam telah mati
itu katamu
semalam telah mati
itu katamu
ceritakanlah lagi
melodi yang kau pecahkan
seperti jambatan yang mati
dan engkau pun di situ
aku dibawah mentari
sinarnya menyegarkan
hargai dan berbaringlah disisiku (2x)
dan telah kusiapkan
butir butir mimpi
yang ku kenal pasti
dan telah ku siapkan
semuanya hanyalah untukmu
ceritalah kepadaku
tentang padang yang hujau
sehijau hati yang kudus
dan engkau pun disitu
aku tak akan mungkir janji
bukakanlah pintu mu
SEMALAM TELAH MATI… ITU KATAMU

Ini Padang

ini padang
untuk kita berlari
luahkan apa yang perlu
berlari dan berlarilah
ini padang
sebidang tanah yang lapang
selapang lapangnya
yang engkau lihat
dataran kaki langit
berlari berlarilah
berlarilah semahumu
akan sampai waktunya
kau akan lemah sendiri
kau akan lemah sendiri
ini padang
untuk kita lelapkan mata
selepas penat berlari
TATAPLAH MATAHARI mu
MATAHARI mu

Untuk orang kita

kota ini mungkin mengerti
akan sikap engkau dan aku
debu panas yang mencacatkan
wajah wajah yang dulu suci
engkau dibawah
sinar lampun jalan
aku disini kegelapan
sanggupkah engkau
untuk menyapa ku
agar dapat
aku melihat aku
demi masa yang pantas
beredar
erti kemanusiaan
yang tiada lagi
amanah semakan engkau
kau alpakan
janji hanya tinggal janji
janji hanya tinggal janji

Pesan

sudah bangunkah anak ku?
anak ayah yang seorang
permata bondamu
yang sentiasa disisimu
bukalah mata mu hai manja
mentari telah menunggu
untuk kita nikmati
berapa berertinya
HIDUP INI…
lihatlah sekeliling mu
alam panas yang menanti
agar kau perlu tabah
dalam mengharungi
lihatlah sekeliling mu
semua orang perlu berlari
untuk memahami erti hidup
yang lemah akan ketinggalan
peluklah ayah mu hai manja
biarku bawa bersama
bersama harapan
ayah dan ibu mu


Bingkai Tanpa Wajah

subuh yang menyegarkan
aroma vitamin hakiki
ku selak jendela waktu
lontarkan wajah kebulan
sesempurna kejadian
benamkan riuh rendah kehidupan
biarlah aku begini
aku nak kecil yang keriangan
bingkai yang ku bina
telah ku siapkan
hanya menunggu waktu
untuk ku gantung
didinding mimpi
untuk ku gantung
didinding mimpi
tiasa wajahku di situ
yang kau lihat hanya bingkai
sebab wajah itu ada disini
kusingkap untuk kutatap
padamkanlah lampu subuh
bergegaslah untuk beradu
usai mimpi satu minit
ini waktunya … ini waktunya
untuk kau pergi
untuk kau pergi

Hanya engkau

hanya engkau
yang mengerti
perasaan hati ini
kian lama ku mencari
baru kini ku temui
dimata mu ada sinar
kebahagiaan yang abadi
rasa kasih makin segar
hanya engkau ku dambakan
kasih ku…

Pesta Jiwa

aku adalah pengembara
mengembara merentasi
langit yang berlapis
ada masa..aku gagal
masih berusaha
perjalanan ku
bagai warna warna surreal
itu ABSTRAK untuk difahami
ada msaa ku sendiri
GAGAL memahami
kita adalah pengembara jiwa
yang sentiasa
menuju kesitu
keasalmu untuk kembali
kembali padanya…

Share This Article On Facebook

468 ad

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.