Notes:

untuk pesanan album-album meor yusof aziddin boleh sms 012-5901798..tq

Lirik-lirik Album Sakrat

1 comment

99

sembilan puluh sembilan namamu
kulakar pada kartu iman
ikut ku titip kepadang mimpi
awankah bakal menutup siluku
tika linglung menafsir
segala yang pernah bermula
padang mimpi kuĀ  pun rentung
menghirup nafas renta

pada segala yang punya nama
apakah aku juga didalamnya
sembilan puluh sembilan
oh namamu

kunaksir agar ruangmu masih
dapat ku nyeroboti
aku ingin diam sang bayi
aku ingin nyala pertapa

bergulir dalam lengkung bianglala
sembilan puluh sembilan namamu
dimanakah awal yang akhir
akan kukenderai jahar angin kepusarmu
mencicipi gizi maknawi

Catatan ditaman

puisi tak mau membenih disini
meski angin mendesah
dan sunyi berdakapan
mencicipi dingin malam

bulan pada bersembunyi
disebalik rumpun bambu
meluluhkan bayang-bayang
dan kata-katapun seperti
enggan mengapung
dikolam fikir yang kelam

Dalang

aku menatap lembar nasib
yang terbakar dikamar
gigil tubuh,apakah
ditulari takut
atau bara kata-katamu
yang menggelinding dikuping

kenapa tidak kusadari
ular yang mendelik
dan berdesis itu
bersembunyi disebalik tubuhmu

Kota angan

kota angan
mendakap berahi
tika sang tualang
menyandar mimpi kedada perawan

kota angan
menyita gelisah
ada kala dendam pecah
dan basah

gema kudus tak mampu
menampan gerah
iman pun menggelepar dalam diam
kota angan
kegalauan

Pulang

sehelai daun
kering tandus gugur
sebenarnya ia pulang

seekor ikan
renangi laut terbentang
sebenarnya ia pun pulang…

seorang aku
mengitari keakuanku
alpa….
sesungguhnya
akan pulang jua
dalam hitungannya….

Sakrat

sewaktu kau tiba
angin semilir jadi malu
untuk bertamu dikamar ini
membiarkan debar mengapung

tanpa disedari
ruang sempit ini dibalut gigil
lemas dan resah
gerah yang gelisah
gelora membadai kehalkum

segala keempukan duniawi
kini bagai ilusi tak tergapai
bergelut arakan kumulonimbus
berpinar segalanya menggelepar

pedih memilir
darah seakan enggan menyusuri rongga
dan sekoyongnya sejat
hati jiwadiri
terngadah kembali pasrah

Secangkir kasih

secangkir kasih
yang kuhirup
sejak pertemuan itu
kuhirup lagi…
berulangkali

kerana,
secangkir kasihmu
tak pernah kontang
dan aku peminum
yang tak pernah puas

Segenggam tanya,buat penunggu ragu

apa yang bakal kau titip
setelah sekoyongnya
bukit luluh oleh lenturan
suara itu
laut yang sering
menggendong gemuruh
menyodor sunyi pada pantai
dan tanah seperti kasur
sedang dibenahi

kala hujaman mata binar
melumatkan pilihan
pena,belati dan doa pun menjadi debu
sedang kau yang berpendar
dalam linglung
masih mengincar saat mau mengacung tashid

Seru

serulah namaku
dihujung penantianmu
tika gegar dan runcing
kesetiaan
sesekali igauan liar
merenggut tulus tanpa sedar

serulah namaku
keutuhannya akan datang
mimpi ngeri akan hilang
alunan rindu membayang
elusan rindu membayang
membahangkan nyala kasih

Terimakasih , realiti

tika buah mimpi ranum
meniduri malam yang harum
tekad dan angan berpencak
menakluki diri

aku pun menjadi seorang pelupa
ingin menyeretmu
kealam khayali
terimakasih,realiti
lantaran sempat menyentak
alpa dalam diri

Share This Article On Facebook

468 ad
  1. SAKRAT antara album terbaik MEOR. Puisi saudara AMIRUL FAKIR dilagukan MEOR penuh jiwa. Lagu seperti “Catatan Di Taman”, “Dalang”, “Sakrat” dan “Seru” sarat dengan emosi. Terbaik ! All Killer No Filler ! This is the real one, ini kenyataan ! Salut buat MEOR !

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.