Notes:

untuk pesanan album-album meor yusof aziddin boleh sms 012-5901798..tq

Luka, sakit dan duka

0 comments

Luka adalah lumrah dalam kehidupan manusia. Duka adalah pasangannya. Luka akan menambah duka. Siapa yang tidak pernah melalui siri luka dalam hidup mereka? Saya percaya semua kita pernah mengalaminya.

Mereka manusia yang sempurna. Saya belum jumpa lagilah manusia yang hidup mereka yang jenis riang ria, gelak dan ketawa sejak lahir ke dunia ini sampailah ke mati. Ha ha ha

Saat ibu melahirkan anak ke dunia, itu adalah proses luka, sakit yang membahagiakan. Mengapa ianya tidak semudah satu tiupan cuma? Mengapa perlu menahan sakit saat melahirkan kita ke mukabumi ini? Itu tandanya sakit dan luka itu adalah sebahagian dari proses sebuah kesempurnaan yang hakiki.

Cuma ianya adalah subjek yang bikin hati dan jiwa kita sakit mungkin, menempuh satu musim duka yang mungkin sekejap atau mungkin juga berpanjangan. Musim biasanya tidak selamanya. Anggap itu ujian. Biasalah, kita perlu mengajar diri kita agar selalu bersedia untuk menghadapi sebarang kemungkinan.

Bercerita tentang episod duka ni, saya ingin bercerita tentang perhubungan seseorang yang saya kenal. Antara seseorang yang saya kenal ini dan anaknya. Seseorang ini kita panggil dia kawan sayalah, senang cerita.

Kawan saya ni bercerai dengan isterinya dalam situasi yang penuh konflik yang membawa dendam kesumat sampai ke mati mungkin. Apapun saya salahkan kawan saya ni lah, tapi benda dah terjadi, apa yang kita boleh buat lagi? Kita wajib menerima hukum alam seadanya.

Apapun kejadian itu sudah berlalu selama 20 tahun mungkin. Hari ini untuk kawan saya ni menagih kasih sayang anaknya adalah suatu yang mustahil mungkin. Ini kerana anaknya tidak dapat langsung memaafkan kesilapan ayahnya di masa lalu. Kesannya itulah saya kata, memang pedih dan menyakitkan.

Mungkin anaknya akan membawa dendam dan bencinya itu sampai ke mati, mungkin. Atau mungkin juga akan terbuka jalan untuknya belajar untuk lebih memaafkan setiap kejadian atau apa yang berlaku itu dan menganggap segalanya sudah ditentukan. Saya suka jika anaknya akan memaafkan ayahnya dan segalanya kembali bertaut sebagaimana kasih seorang ayah terhadap anaknya.

Tapi itulah, kesan luka itu saya pun dapat merasakan memang sangat dalam dan terlalu berkesan. Walau lukanya hilang, parut masih ada lagi.

Bagaimanapun ayah dan anak, keduanya selagi masih ada percaya wajib juga percaya kepada yang menjadikan. Subjek kemaafan tetap menjadi perkara yang paling penting bagi saya juga kita semua, insyaallah.

Apa yang kita boleh expect tentang level kesempurnaan seseorang insan? Kita ini kan manusia, ada cerita, ada suka, ada duka, ada sakit..ada segalanya.

Sahabat yang nyata untuk seorang pendendam itu adalah iblis. Dari benci membawa ke dendam. Apa sudahnya? Takkan kita nak habiskan riwayat hidup kita sebagai seorang pendendam di mukabumi Tuhan ini.

Sealim atau sewarak manapun kita, jika ada sifat-sifat hodoh yang sebegitu kita adalah sahabat iblis tanpa kita sedari. Wallahualam.

Share This Article On Facebook

468 ad

Comments are closed.