Notes:
Positifkan negatif
Kesedihan adalah subjek negatif yang positif. Musim demi musim datang dan pergi. Kita sedang menunggu kematian untuk kita dan sekeliling kita. Kita tidak suka sebenarnya. Tidak suka kerana itu bab kehilangan. Kehilangan akan menyebabkan kesedihan. Kesedihan kerana ada rasa kasih dalam diri yang disemai sejak lama. Itu fitrah manusia.
Apapun subjek sedih itu perlu kita positifkan walau ianya akan bermain diingatan untuk satu tempoh yang lama. Ianya mungkin kekal tinggal diam di benak kita yang paling dalam.
Proses kemanusiaan memang adil sebenarnya, kerana hikayat manusia itu memang sementara sifat dan perjalanannya.
Apabila kita merasakan sesuatu yang kita sayang dan berharga itu milik kita, ianya akan menjadi sebuah permasalahan yang halal. Halal kerana perhubungan kasih yang disemai sejak lama, seperti kita menjaga anak-anak kita dengan penuh kasih sayang dan belaian. Apabila ada interaksi dua hala yang subur antara kita dan mereka contohnya, sudah tentu akan hadir sebuah perhubungan yang suci lagi telus yang menjadi tali ikatan yang kukuh tertanam menjadi sebahagian hidup dan nadi kita.
Atau contoh lain ibu kita. Ibu yang melahirkan kita ke dunia ini. Kita dibelai dengan penuh kasih sejak dari dalam kandungan lagi. Bagaimana kita dapat menafikan tali kasih itu kerana tali perhubungan itu sudah hadir sejak kita masih di alam kandungan lagi?
Sekeras manapun kita, saya percaya semua kita pasti adamasanya menangis juga.
Kasih sayang antara manusia adalah bersifat kalkulatif. Kita didik anak kita dengan penuh kasih sayang dengan harapan bila mereka dewasa nanti kita tidak akan dilupakan, namun yang paling baik, menghargai itu bagi saya lebih membahagiakan dari kita mengharap sesuatu balasan yang mana mungkin kita akan kecewa jika apa yang kita harapkan menjadii begini, sudahnya menjadi begitu?
Seorang sahabat saya pernah mengakui yang dia masih kalkulatif dengan Tuhan dan hidup ini. Dia masih mengharap yang baik-baik saja dalam hidupnya. Saya katakan padanya mungkin tahap ikhlasnya melebihi apa yang saya ada, kerana walaupun saya bercerita tentang sesuatu yang telus dan ikhlas, saya pun seperti dia juga, kalkulatif dengan kehidupan ini? Ha ha ha
Hari ini saya sedang menghadapi babak yang sedih dalam hidup. Babak yang mungkin biasa bagi mereka yang sudah terbiasa dengan subjek kehilangan umpamanya di negara-negara yang dilanda peperangan di mana nyawa hanyalah umpama sehelai kertas yang melayang dibawa angin lalu. Kita yang di sini yang masih mengagungkan makna kehidupan lantas menghargainya sebagai sesuatu yang hebat, agak janggal apabila bercerita tentang subjek kematian.
Apapun kita tidak punya pilihan selain dari belajar untuk menghargai dan menghadapinya dengan jiwa yang tenang. Esok akan datang, lusa juga begitu. Begitulah ceritanya sehinggalah tiba detik untuk kita pergi. Innalillah.
From Wikipedia:
The song was written in July 1975 with friend and La Honda neighbor Taylor Phelps in the back of his car, (a DeSoto Suburban), when Neil Young was unable to sing due to an operation on his vocal cords. Driven by Young’s trademark fierce guitars, the song has been played on nearly every tour Neil Young has done since. It has also appeared on the compilations Decade and Greatest Hits and on the live albums Live Rust, Weld and Unplugged (this last rendition is played almost entirely on a pump organ).
An edited version of “Like a Hurricane” was released as a single on August 8th 1977, with “Hold Back the Tears” as B-side.
Lyrics:
Once I thought I saw you
in a crowded hazy bar,
Dancing on the light
from star to star.
Far across the moonbeam
I know that’s who you are,
I saw your brown eyes
turning once to fire.
You are like a hurricane
There’s calm in your eye.
And I’m gettin’ blown away
To somewhere safer
where the feeling stays.
I want to love you but
I’m getting blown away.
I am just a dreamer,
but you are just a dream,
You could have been
anyone to me.
Before that moment
you touched my lips
That perfect feeling
when time just slips
Away between us
on our foggy trip.
You are like a hurricane
There’s calm in your eye.
And I’m gettin’ blown away
To somewhere safer
where the feeling stays.
I want to love you but
I’m getting blown away.
You are just a dreamer,
and I am just a dream.
You could have been
anyone to me.
Before that moment
you touched my lips
That perfect feeling
when time just slips
Away between us
on our foggy trip.
You are like a hurricane
There’s calm in your eye.
And I’m gettin’ blown away
To somewhere safer
where the feeling stays.
I want to love you but
I’m getting blown away.














